twitter
rss

Selamat Datang Di Blog Vera Nofrilia (Informasi dan Artikel Farmasi)

A. Granulasi basah (wet granulation)
granulasi basah adalah cara pembuatan TABLET dengan mencampurkan zat aktif dan eksipien menjadi partikel yang lebih besar dengan menambahkan cairan pengikat dengan jumlah yang tepat sehingga diperoleh masa lembab yang dapat digranulasi. metode ini bisa dilakukan apabila zat aktif tahan lembab dan tahan panas dan sifat alirannya buruk.

Keuntungan granulasi basah :
- memperoleh aliran yang lebih baik
- meningkatkan kompresibilitas
- untuk mendapatkan berat jenis yang sesuai
- mengontrol pelepasan
- mencegah pemisahan komponen selama prose
- meningkatkan distribusi keseragaman kandungan

Farmakodinamik bersama farmakokinetik memiliki hubungan yang erat dari ruang lingkup farmakologi. Penjelasan mengenai farmakodinamik lebih pada mekanisme kerja dan pengaruh atau efek obat pada tubuh baik efek fisiologi maupun efek biokimia. Sedangkan farmakokinetik lebih menjelaskan pada suatu proses atau perjalanan obat di dalam tubuh organisme. Keduanya merupakan subdisiplin dari farmakologi.

Mekasnisme kerja obat dipengaruhi oleh reseptor, enzim, dan hormon. Dalam farmakodinamik sangat penting mempelajari mekanisme kerja suatu obat guna meneliti efek yang ditimbulkan obat pada sistem tubuh, mengetahui interaksi obat dalam sel, dan untuk mengetahui tahapan kerja obat serta mengetahui

Farmakokinetik merupakan sebuah proses atau perjalanan suatu obat di dalam tubuh organisme berupa absorpsi, distribusi, metabolisme (biotransformasi), dan ekskresi.

[Proses Mekanisme Obat]
Untuk dapat memberikan efek yang diinginkan, suatu obat harus dapat mencapai tempatnya bekerja. Seperti halnya kerja antibiotik terhadap pengobatan infeksi ginjal. Maka antibiotik harus dapat mencapai ginjal (tempatnya bekerja) agar dapat membunuh bakteri yang menginfeksi ginjal sehingga memberikan efek teraupetik pada penyakit terkait. Setelah obat bekerja di dalam tubuh sehingga menimbulkan efek, selanjutnya obat akan diekskresikan. Ada beberapa tahapan yang perlu dilalui obat hingga proses

Menurut definisi Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO 1970) efek samping suatu obat adalah segala sesuatu khasiat yang tidak diinginkan untuk tujuan terapi yang dimaksudkan pada dosis yang dianjurkan.
Efek samping adakalanya tidak dapat dihindarkan, misalnya rasa mual pada penggunaan digoksin, ergotamin, atau estrogen dengan dosis yang melebihi dosis normal. Kadang efek samping merupakan kelanjutan efek utama sampai tingkat yang tidak diinginkan, misalnya rasa kantuk pada fenobarbital, bila digunakan sebagai obat epilepsi. Bila efek samping terlalu hebat dapat dilawan dengan obat lain misalnya obat antimual (meklizine, proklorperazin) atau obat anti mengantuk (kofein, amfetamin).

Efek samping obat secara umum dikelompokkan menjadi 2 :
1.      Efek samping yang dapat diperkirakan, meliputi:
ü  Efek farmakologi yang berlebihan (disebut juga efek toksik) dapat disebabkan karena pemberian dosis relatif yang terlalu besar bagi pasien yang bersangkutan (terutama kelompok pasien dengan resiko tinggi, seperti bayi, usia lanjut, pasien dengan penurunan fungsi ginjal atau hati)
ü  Gejala penghentian obat (withdrawal syndrome) merupakan suatu kondisi dimana munculnya gejala penyakit semula  disebabkan karena penghentian pemberian obat. Tindakan pemberhentian penggunaan obat hendaknya dilakukan secara bertahap.
ü  Efek samping yang tidak berupa efek farmakologi utama, untuk sebagian besar obat umumnya telah dapat diperkirakan berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan secara sistematik

Farmasi berasal dari kata “PHARMACON” yang berarti obat atau racun. Sedangkan pengertian farmasi adalah suatu profesi di bidang kesehatan yang meliputi kegiatan-kegiatan di bidang penemuan, pengembangan, produksi, pengolahan, peracikan, informasi obat dan distribusi obat.
Ilmu farmasi awalnya berkembang dari para tabib dan pengobatan tradisional yang berkembang di Yunani, Timur-Tengah, Asia kecil, Cina, dan Wilayah Asia lainnya. Mulanya “ilmu pengobatan” dimiliki oleh orang tertentu secara turun-temurun dari keluarganya. Bila kamu sering nonton film Cina, pasti banyak kalian lihat para tabib yang mendapatkan ilmunya dari keluarga secara turun-temurun. Itu gambaran “ilmu farmasi” kuno di Cina. Kalau di Yunani, yang biasanya dianggap sebagai tabib adalah pendeta. Dalam legenda kuno Yunani, Asclepius, Dewa Pengobatan menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat yang ia buat.

Vera Nofrilia. Diberdayakan oleh Blogger.